jump to navigation

SANTAI MINGGU SORE January 24, 2011

Posted by alreadyshare in Adventure, Holiday.
Tags: , , , ,
trackback

Minggu, 23 JANUARI 2011 15.15 WIB

Dering Handphone membangunkanku sekaligus mengejutkanku dari isstirahat sejenak. Rasanya hari ini begitu lelah karena harus bergabung dengan masyarakat di acara resepsi pernikahan tetangga walaupun hanya makan dan duduk-duduk saja. kulihat handphone yang berdering tadi, kulihat dengan jelas nama pemanggilnya, dan terus melihat. keraguan dan penasaran terus berulang dalam benakku. Kok namanya sama seperti namaku, tak salah lagi ternyata yang memanggil temanku yang kebetulan nama depannya sama dengan namaku. Temanku ini mengajak ke tempat temanku satu lagi yang rumahnya tak jauh dari rumahku juga. OK… saya menyetujuinya, sampai jumpa dit empat tujuan.

Kulanjutkan acara istirahatku. kupenjamkan mataku ini perlahan-lahan hingga hanya mata ini yang tertutup tetapi jiwa dan raga ini tidak tertidur. Apa boleh buat, aku harus jujur kalau Handphone yang berdering tadi sangat menggangu istirahatku. Akhirnya daripada tidak bisa tidur lebih baik online untuk mencari info terbaru sekaligus mengecek dan mendesain blog yang baru beberapa hari ini kubuat. semua kegiatan ini ditemani dengan secangkir Kopi Susu dingin Racikan sendiri.

Hari sudah sore menunjukkan Pukul 16.00 WIB, waktunya untuk menunaikan kewajiban sekaligus memanjatkan doa untuk kehidupan yang lebih naik kedepannya. Selesai itu, aku mulai memikirkan rencana kemana sore ini. Planing pertama ke rumah kawan di kawasan LS, selanjutnya…. selanjutnya.. ke pantai? jauh dari sini. Sepertinya ada pantai yang dekat yaitu Pantai Kuala. ok, planing ke dua ke pantai tersebut. Mari bersiap untuk pergi, tapi jangan lupa mandi. Setelah mandi, langsung kuhubungi temanku yang tadi mengajak (yang namanya sama denganku) untuk memastikan kita jadi pergi ke teman yang satu lagi. keluar dari kamar langsung mencari kunci motor kesayanganku walaupun memakan waktu yang lumayan lama untuk menemukan kunci tersebut. Setelah menemukan kunci tersebut langsung kuengkol motorku (starternya RUSAK), langsung bergegas menuju tujuan. Jalanan yang lumayan sepi langsung kulalui dan akhirnya sampai juga ditujuan. ternyata temanku ada dirumah sambil menonton TV. tetapi si pengajak belum juga hadir dan kami dengan setia menunggu dia hadir. waktu terus berjalan dan aku menurutkan rencanaku untuk pergi ke pantai kuala berhubung saya sudah lumayan lama tidak kesana dan ini waktu pertama saya pergi ke tujuan pada tahun 2011 ini. rencanaku ini langsung disetujui dan tak lama berselang waktu sipengajak tadi sampai juga dengan penampilan sangat rapi plus resmi yaitu berkemeja (baju cantek) sangat berbeda dengan kami yang hanya berkaos oblong.

Sambil menonton televisi dan menyantap Buah Sawo Matang (cem warna kulit) Kutarakan niatku untuk pergi ke Pantai Kuala dan sempat tolak karena ada tidak suka pergi kepantai tetapi akhirnya disetujui juga. Ok, mari bersiap-siap.

Kami bertiga sudah siap untuk pergi dan menyalakan motor masing-masing. Aku hanya bisa bersantai duduk di jok belakang karena temanku yang menyetir. Disepanjang perjalanan kami mengobrol mulai dari cewek teman Smp yang menjadi taksiran temanku sampai dengan membahas salah satu grup vokan yang berstyle atau bergaya “soft”. Diperjalan itu saya mempunyai ide untuk pergi salah satu tempat yang berupa batuan besar yang ditimbun memanjang kelautan. tetapi sayangnya bukan ketempat dimaksud melainkan ke suatu tempat semacam pelabuhan. Konon Katanya itu adalah bakal untuk pelabuhan Peti Kemas tetapi sekarang ada ciri-ciri untuk pelabuhan yang dimaksud, mungkin saja itu merupakan planning jangka panjang yang sekarang belum diterapkan. suasana dipelabuhan tersebut sangat bagus, angin sepoi-sepoi dan pemandangan laut yang terhampar luas. angin berhembus membuat saya mengantuk tetapi langsung pergi rasa kantuk tersebut karena salah salah satu teman saya menceritakan tentang kehidupan semacam masyarkat purba yang masih hidup berpindah-pindah. Rasa penasaran saya sangat tinggi terhadap kehidupan tersebut yang konon katanya keturunan mereka masih ada sampai sekarang. tapi cukuplahg itu diluar jangkauan kemampuan kami untuk mengetahui lebih dalam.

Salah satu teman kami minta izin untuk duluan pulang karena keperluan mendadak (sok sibuk). ok, perjalanan kami lanjutkan ke pantai kuala yang tidak jauh dari tempat pertama tadi. diperjalanan kami melihat banyak masyarakat yang memancing di areal tambak ikan. bahkan ada areal pemancingan yang berbayar dan disini banyak penontonnya (cem sepak bola). ikannya pun berupa ikan bandeng atau belanak dan setelah memancing mereka mungkin saja harus berbayar sesuai dengan jumlah tangkapannya.
Lewat dari pemancingan tersebut kami melihat peternakan itik air (bebek) yang sepertinya cukup banyak dan tak salahnya untuk mengambil fotonya dan tanpa ada izin dari pemiliknya.

ternak itik

ternak itik

 

sepertinya itik-itik tersebut kelaparan karena ketika saya mendekat mereka juga mendekati saya tetapi tidak sampai sampai bersentuhan karena dibatasi oleh pagar jaring. Yang menjadi pertanyaan saya, mengapa itik-itik itu lapar, yang tentunya mereka belum dikasih umpan. apakah karena umpannya mahal atau karena pemiliknya tidak ada ditempat sehingga tidak sempat memberi umpan.

perjalanan kami lanjutkan dan akhirnya sampai juga pantai Kuala yang berdekatan dengan salah satu makan ulama tersohot Tgk. Syiah Kuala dan diareal makam tersebut banyak masyarakat yang berziarah. saya tak menyangka ternyata pantai ini ramai juga padahal beberapa tahun yang lalu saya juga pernah pergi dan sangat sepi bahkan ada pamplet yang bertuliskan “Pantai ini bukan tempat wisata” dan saya setuju dengan pamplet tersebut berhubung ini merupakan tempat wisata rohani. tetapi sepertinya pamplet tersebut sekarang tidak ada lagi. oleh karena itu setidaknya masyarakat yang berwisata ke pantai ini dapat berlaku sopan dan mematuhi adat setempat.

PANTAI dekat Makam Syiah Kuala

Ramainya pengunjung dipantai ini ditandai dengan bermunculan pedagang kecil-kecilan yang juga memberi kontribusi terhadap kehidupan ekonomi masyarakat kecil, kalau dari sudut ini saya sangat karena dengan adanya keramaian masyarakat ada kesempatan untuk meningkatkan pendapatannya.

PANTAI dekat Makam Syiah Kuala

PANTAI dekat Makam Syiah Kuala

Pantai ini memang indah karena ditepinya dibatasi oleh batuan gunung yang sengaja ditaruh untuk menghambat terjadinya abrasi dan tak ada salahnya kami duduk sejenak diatas batu tersebut. Diatas batu tersebut kami membahas mengenai wisata di Pulau weh yang terlihat dari pantai tersebut. Ingin rasanya kembali ke pulau tersebut dan menjelajahi semua kawasan wisata yang belum saya kunjungi/ akhirnya obrolan kami sudahi karena hari yang semakin sore. MARI PULANG.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: