jump to navigation

MASALAH-MASALAH DASAR DALAM ORGANISASI EKONOMI January 21, 2011

Posted by alreadyshare in Economics.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,
add a comment

TIGA MASALAH ORGANISASI EKONOMI

Komoditi apa (what) yang harus diproduksi, dan berapa? Dengan perkataa  n lain, berapa banyak serta barang dan jasa mana yang harus dibuat? Dan kapan akan diproduksi? Haruskah sekarang kita memproduksi pizza atau kemeja? Memproduksi kemeja berkulitas tinggi dalam jumlah sedikit atau kemeja murah dalam jumlah banyak? Haruskah kita memproduksi barang konsumsi dalam jumlah banyak atau hanya sedikit barang konsumsi dan lebih banyak barang investasi?

Bagaimana komoditi harus diproduksi? Dengan perkataan lain, produksi ini dilakukan oleh siapa, dengan gabungan faktor produksi yang mana, serta teknik seperti apa? Siapakah yang harus bertani, dan siapa yang harus mengajar? Apakah tenaga listrik akan diperoleh dari minyak atau batu bara?B

Bagi siapa komoditi harus diproduksi? Siapakah yang akan menikmati dan memperoleh manfaat barang dan jasa di seluruh negeri? Atau dengan kata lain, bagaimana produk nasional didistribusikan kepada setiap orang? Haruskan pendapatan yang tinggi diterima oleh para manajer, para pekerja atau para tuan tanah?

Walaupun tiga masalah ini sangat mendasar dan umum terjadi pada berbagai pada semua corak perkonomian, tetapi berbagai sistem perkonomian yang berlainan selalu berusaha memecahkannya dengan cara yang berbeda.

Input dan Output

Dalam bahasa Ekonomi ketiga pilihan pokok Ekonomi yang harus diambil masyarakat pada dasarnya menyangkut berbagai input dan output yang terkandung dalam sebuah perkonomian.

Input meliputi segenap komoditi dan jasa yang digunakan aktor Ekonomi , misalnya perusahaan untuk menyelenggarakan proses produksi. Suatu perkonomian senantiasa mengkombinasikan teknologi yang dimiliki untuk mengkombinasikan berbagai input guna menghasilkan output.

Output itu sendiri adalah segenap barang dan jasa yang bermanfaat untuk konsumsi maupun untuk investasi (proses produksi berikutnya).

Kita contohkan dalam produksi Telur Dadar. Dalam proses ini, telur, minyak, garam, panas kompor, penggorengan dan keterampilan Koki yang membuatnya kita sebut sebagai input. Sedangkan outputnya adalah hidangan telur dadar yang siap disantap dan dijual.

Kita mengklarifikasikan input, yang juga sebagai faktor produksi, ke dalam tiga kelompok : lahan (land), tenaga kerja (labor), dan modal (capital).

Lahan (lebih umum lagi disebut sebagai sumber daya alam) merupakan pemberian alam bagi proses produksi kita. Faktor produksi ini macam ini terdiri dari lahan yang yang digunakan untuk pertanian atau perumahan, pabrik dan jalan raya. Sumber daya energi seperti bahan bakar dan sumber daya non-energi seperti besi, tembaga termasuk dalam sumber daya alam.

Tenaga kerja (labor) terdiri dari waktu yang dipergunakan oleh manusia dalam produksi seperti: bekerja, mengelola tanah, mengajar dan berbagai tingkat keahlian.

Sumber daya modal berbentuk barang-barang tahan lama (durable goods), yang diproduksi untuk digunakan sebagai alat untuk memproduksi barang-barang lain.

Perkonomian Pasar, Komando (terpimpin) dan Campuran

“Sistem Ekonomi menentukan bagaimana perkonomian suatu negara dijalankan”

Sebuah perkonomian komando (command economy) memberi wewenang kepada pemerintah untuk mengambil semua keputusan yang menyangkut soal produksi dan distribusi.

Dalam perkonomian pasar (market economy) individu dan perusahaan membuat keputusan-keputusan utama mengenai produksi dan konsumsi.

Dalam perkonomian Campuran (mixed economy) yang memiliki sebagian unsur perkonomian komando dan perkonomian pasar.

Sistem Ekonomi tersebutlah yang akan menjawab masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa.

Batas Kemungkinan Produksi

Misalkan saja ada suatu bentuk perkonomian dengan begitu tenaga kerja, lahan, sumber daya air, serta sumber daya alam. Dalam mengambil keputusan mengenai Apa yang akan diproduksi, serta bagaimana caranya. Semua permasalahan ini sangat rumit untuk dibahas, dan biasanya hanya sedikit yang bisa dipecahkan . inilah sebabnya kita perlu menyederhanakan permasalahan. Kita misalkan saja ada dua komoditi Ekonomi, misalkan beras dan senjata.

Alternatif Kemungkinan Produksi
Kemungkinan Beras 

(ribuan ton)

Persenjataan 

(ribuan buah)

A 0 15
B 1 14
C 2 12
D 3 9
E 4 5
F 5 0

Garis seperti batas ini menggambarkan daftar pilihan yang tersedia bagi masyarakat unutk menentukan jumlah senjata dan beras tertentu pada jumlah sumber daya dan tingkat teknologi tertentu.

Efisiensi

Efisiensi adalah masalah pokok dalam ilmu Ekonomi. Efisiensi diartikan sebagai tidak adanya barang yang terbuang tercuma  atau penggunaan  sumber daya Ekonomi seefektif mungkin untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat.

Biaya Oportunitas

Kehidupan penuh dengan berbagai pilhan. Karena sumber daya langka maka kita terus menerus menentukan barang mana yang ingin kita beli atau aktifitas mana yang akan kita kejar dengan waktu dan pendapatan terbatas. Haruskah kita pergi ke bioskop atau membaca buku? Haruskah kita berlibur ke Eropa atau membeli sebuah mobil? Haruskah kita melanjutkan lagi ke tingkat yang lebih tinggi atau mencoba bekerja? Dalam tiap kasus ini, menentukan pilihan dalam banyak sekali kelangkaan memaksa kita mengorbankan aktifitas-aktifitas alternatif,  yang sesungguhnya telah menyebabkan kita kehilangan kesempatan untuk mengejakan sesuatu yang lain. Hilangnya alternatif ini disebut biaya oportunitas (opportunity cost).

Hukum hasil yang semakin berkurang

(The Law of diminishing Returns)

Kuva kemungkinan produksi dapat juga kita manfaatkan untuk menjelaskan salah satu kaidah Ekonomi yang terkenal, yaitu “Hukum h  asil yang semakin berkurang”. Secara lebih spesifik, hukum hasil yang semakin berkurang mengatakan bahwa kita akan memperoleh semakin sedikit tambahan output bila kita menambah secara terus menerus sejumlah yang sama tambahan pada input, sementara tetap mempertahankan input lainnya. Hukum ini menyatakan hubungan antara input produksi (misalnya tenaga kerja petani) dengan output (misalnya padi).

Sebagai contoh, kita buat eksperimen sebagai berikut:  pada luas sawah 1 ha, tidak kita berikan tenaga kerja sama sekali, padi pun tidak tumbuh sama sekali. Diperlihatkan pada tabel berikut.

Jumlah tenaga kerja (orang/tahun) Total Output (kg) Tambahan hasil yang diperoleh dari tambahan tenaga kerja  

(kg per  orang/tahun)

0 0
1 2.000 2.000
2 3.000 1.000
3 3.500 500
4 3.800 300
5 3.900 100

Jika mulai mulai menempatkan seorang petani pada sawah tadi, sehingga mampu menghasilkan 2.000 kg padi. Pada eksperimen berikutnya, kita masukkan lagi 1 orang tenaga kerja tambahan. Pada tanah tetap. Tetapi kita tidak memperoleh produksi yang sepadan. Tambahan tenaga kerja menjadi dua orang memberikan output sebesar 1.000 kg padi dan memperlihatkan hasil yang semakin berkurang.

Referensi Utama:

MIKRO-EKONOMI

PAUL A. SAMUELSON & WILLIAM D. NORDHAUS

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.